Selasa, 01 Mei 2012

Masalah, Tujuan Dan Manfaat Penelitian


A. Masalah dan Cara Pemecahan
Pekerjaan awal peneliti adalah memilih dan sekaligus menentukan masalah. Apabila masalah penetian sudah jelas pekerjaan-pekerjaan lain akan terbimbing, sebaliknya kalau masalah belum jelas maka pekerjaan-pekerjaan lain belum dapat dilakukan.
Pada dasarnya penelitian berguna untuk menjawab persoalan-persoalan yang perlu diatasi., hanya saja bentuk permasalahan berbeda-beda. Donald R. Coopor dan C. William Emory mengtakan, baik penelitian terapan maupun penelitian murni didasarkan pada persoalan, tetapi penelitian terapan lebih banyak ditukan kepada pengambilan keputusan.
Hubungan antara ketepatan pemilihan masalah dan cara pemecahannya memberikan kemungkinan sebahgai berikut. Yang pertama masalah benar cara pemecahannya benar. Kedua, masalah benar cara penyampaiannya salah. Ketiga, masalahnya salah dan cara penyampaiannya salah. Keempat, masalahnya salah tetapi cara pemecahannya benar.

B. Sumber Masalah
            Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang beanr-benar terjadi. Stoner mengemukakan bahwa sumber-sumber masalah dalam bidang manajemen adalah sebagai berikut:
  1. Terdapat penyipangan antara pengalaman dengan kenyataan.
  2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan.
  3. Ada pengaduan.
  4. Ada kompetisi.
Bagaimana cara anda menemukan masalah?
Cara menemukan masalah penelitian antara lain:
  1. Peneliti harus banyak membaca, terutama hasil penelitian.
  2. Ikuti diskusi ilmiah, seminar dan p3ertemuan ilmiah lainnya.
  3. Berdasarkan penglaman pribadi. 
C. Kriteria Menentukan Masalah
Pertama, dari arah masalah. 
            Di masyarakat ban yak sekali kita jumpai masalah yang perlu diteliti, dan ada yang kurang/ tidak
bermanfaat. Dalam pemilihan masalah, pilihlah masalah yang bermanfaat, baik untuk pengembangan teori, maupun untuk pemecahan masalah-masalah yang bersifat praktis untuk diterapkan.
Kedua, dilihat dari peneliti
            Pertimbangan lain untuk menentukan masalah penelitian dilihat dari pihak peneliti antara lain, kemampuan teoritis peneliti. Pilih masalah sesuai dengan kemampuan teoritis peneliti karean penelitian menuntut adanya kajian secara teoritis. Sebaiknya peneliti memilih masalah sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasai atau digeluti. Memilih masalah diluar bidang ilmu dapat juga dilakukan , tetapi akan menambah beban peneliti, karean harus membaca kembali bidang pengetahuan baru dan membutuhkan beberapa waktu lamanya.
            Masalah yang dipilih harus menarik bagi peneliti, dengan demikian walaupun dalam pelaksanaan penelitian didapati hambatan atau rintangan-rintangan peneliti akan terus berusaha menyelesaikan penelitiannya. 
            Farenkel dan Wailen mengemukakan bahwa masalah penelitian yang baik adalah :
  1. Masalah harus feasible, dalam arti masalah tersebut harus dapat dicarikan jawabnanya melalui sumber yang jelas.
  2. Masalahnya harus jelas.
  3. Masalahnya harus signifikan.
  4. Maslah bersifat etis.
Tuckman ( 1988 ) menambahkan rumusan masalah yang baik adalah yang menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih ( menurut penulis tidak harus ), dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya, atau alternative yang tetapi secara implisit mengnadung pertanyaan. Misalnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan apakah ada hubungan antara …….. dengan .........

D. Bentuk-bentuk Masalah Penelitian
a. Permasalahan Deskriptif
            Permasalahan deskriptif adalah suatu permasalahan yang berkenaan dengan variable mandiri bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan, yaitu tanpa membuat perbandingan dan menghubungkan.
b. Permasalahan Komparatif
            Permasalahan komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan suatu variabel pada dua sampel atau lebih.
c. Permasalahan Asosiatif
            permasalahan asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat menghubungkan dua variabel atau lebih. Permasalahan ini terdapat tiga macam yaitu :
1. Hubungan simetris
            Yaitu hubungan antara dua variabel tau lebih yang bersifat kebersamaan. Jadi bukan merupakan hubungan kausal maupun interaktif.
2. Hubungan kausal
            Yaitu hubungan yang bersifat sebab-akibat dan akibat-sebab. Jadi, ada variabel independent ( variabel yang mempengaruhi ) dan dependen ( pengaruh ).
3. Hubungan interaktif
            Yaitu hubungan yang saling mempengaruhi, tidak diketahui mana variabel independen.

E. Pembatasan dan Rumusan Masalah
            Masalah yang telah ditetapkan masih juga perlu dibatasi mengingat kemampuan si peneliti baik yang berkenaan dengan metodologi waktu, tenaga, dana dan fasilitas. Pembatasan masalah dapat dilakukan pada pokok persoalan dan pada objek penelitian. Untuk menjelaskan proses yang dialalui peneliti mulai dari munculnya masalah sampai denagn pengukuran dapat dijelaskan melalui hierarki pertanyaan.  

Pertanyaan penelitian
            Pertanyaan penelitian merupakan atau hipotesis yang merumuskan tujuan penelitian dengan cara yang paling baik kadang-kadang pertanyaannya lebih dari satu, atau hanya satu.
            Pertanyaan penyelidikan merupakan pertanyaan ynag harus dijawab peneliti untuk menanggapi pertanyaan umumnya secara memuaskan. Tujuan kita adalah untuk mengambil pertanyaan yang lebih umum dan merincinya menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih rinci.

Pertanyaan pengukuran
            Pertanyaan pengukuran adalah petrtanyaan yang sebenarnya diajukan kepada responden \. Pertanyaan ini muncul dalam koesioner.

F. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian
            Tujuan penelitian ini adalah pernyataan mengenai ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Tujuan penelitian harus konsisten dengan rumuan masalah. Setelah tujuan penelitian ditetapkan maka langkah berikutnya adalah mengemukakan manfaat yang dapat dipetik dari penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar