Selasa, 01 Mei 2012

Objek Psikolinguistik


        Sebagaimana telah digambarkan pada uraian terdahulu, objek atau cakupan kajian psikolinguistik pada dasarnya merupakan gabungan dari objek kajian linguistic (bahasa) dan psikologi (gejala jiwa yang tercermin di dalam perilaku manusia). Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa objek kajian psikolinguistik sesungguhnya bahasa juga, yakni bahasa yang berproses di dalam jiwa manusia. Hasil perkerjaan seorang psikolinguis bukanlah deskripsi bahasa biasa, melainkan deskripsi bahasa yang berproses di dalam jiwa manusia . Proses ini tidak kelihatan; hanya hasil proses itu yang dapat diamati.
         Bahasa yang berproses di dalam jiwa manusia memiliki subkajian yang amat luas. Seperti diungkapkan Chaer (2002:8-9), hal itu mencakup:
(1)    Apakah sebenarnya bahasa itu ? Apa yang dimiliki seseorang sehingga dia mampu berbahasa ? Bahasa itu terdiri atas komponen-komponen apa saja ?
(2)   Bagaimana bahasa itu lahir ? Di manakah bahasa itu berada atau disimpan ?
(3)    bahasa kedua dipelajari ?
(4)   Bagaimanakah proses penyusunan kalimat ? Proses apakah yang terjadi di dalam otak manusia ketika dia berbahasa ?
(5)   Bagaimanakah hubungan bahasa dengan pikiran ?
(6)   Mengapa seseorang dapat menderita ngangguan berbicara (afasia) ?
(7)   Bagaimana bahasa harus diajarkan agar hasilnya baik ?

    Hasil konferensi psikolinguistik di Mons, Belgia, pada tahun 1980 menjabarkan objek kajian psikolinguistik sebagai berikut:
(1)    proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran
(2)    akuisisi bahasa
(3)    pola tingkah laku berbahasa
(4)    Asosiasi verbal dan persoalan makna
(5)    Proses bahasa pada orang yang abnormal
(6)    Persepsi ujaran dan kognisi

           Betapa pun luas cakupan atau objek kajian psikolinguistik,dewasa ini psikolinguistik lebih diarahkan kepada pendidikan atau pembelajaran bahasa. Pendidikan dan pembelajaran bahasa ynag dimaksudkan di sini meliputi akuisisi bahasa, proses belajar bahasa pertama, kedua, dan juga belajar bahasa asing. Karena lebih diarahkan kepada pembelajaran bahasa, maka berbagai teori belajar yang berasal dari psikologi diarahkan untuk menguasai bahasa. Dari aktivitas inilah lahir teori belajar bahasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar