Selasa, 01 Mei 2012

Pengelolaan Data Dan Penyusunan Laporan


A. Pengolahan Data
            Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dan menentukan. Pada tahap inilah data dikerjakan dan dipergunakan sedemikian rupa sehingga berhasil disimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat menjawab persoalan-persoalan yang diajukan dalam penelitian. Apabila data yang dikumpulkan itu hanya sedikit, bersifat monografis atau berwujud kasus-kasus, maka analisisnya pastilah analisis kualitatif. Dibandingkan dengan analisis kualitatif, analisis kuantitatif memang jauh lebih mampu memperlihatkan hasil-hasil yang cermat.
            Bab ini lebih mengetengahkan pemaparan teknik-teknik anlaisis kuantitatif. Pengolahan data adalah kegiatan pendahuluan dari analisis kuantitatif dan pembicaraan akan meliputi permasalahan mengenai aditing dan koding.

B. Tahap-tahap Pengolahan Data
a. Editing
            Setelah selesai dari lapangan, tahap pertama adalah memeriksa lapangan apakah catatan itu cukup baik. Penelitian kembali catatan-catatan dinamakan editing. Biasanya editing itu dilakuakan terhadap daftar pertanyaan yang disusun berstruktur dan diisi lewat wawancara formal.
Dalam editing terdapat hal-hal berikut
1.      Lengkap pengisian
2.      Keterbacaan tulisan
3.      Kejelasan makna jawaban
4.      Konsistensi jawaban satu sama lain
5.      Relevansi jawaban
6.      Keseragaman satuan data
b. Koding
            Koding adalah usaha untuk mengklasifikasikan jawaban-jawaban para responden menurut macamnya, dengan kata lain disebutkan tujuan dari koding adalah untuk mengklasifikasikan jawaban k edalam kategori-kategori yang penting. Keberhasila dalam koding akan sangat tergantunga pada proses editing sebelumnya. Pada hakekatnya memang ada unsur timbale balik antara tugas editing dan kostruksi koding frames.
c. Menghitung frekuensi
            Pekerjaan berikutnya yang masih harus dikerjakan adalah menghitung berapa besar frekuensi data
masing-masing kategori. Perhitungan demikian da-pat dilakukan secara manual, tetapi bisa juga dilakukan dengan bantuan alat-alat elektronik yang telah lengkap dan kompleks.
d. Tabulasi
            Proses perhitungan frekensi yang terbilang di dalam masing-masing kategori disebut tabulasi. Tabulasi ( dalam arti menyusun ke dalam bentuk table ) merupakan lanjutan dalam proses analisis data. Pada tahap ini dapat dianggap telah diproses.
e. Verifikasi
            Hasil-hasil  yang telah kita peroleh dari suatu survei diperiksa benar tidaknya melalui dua jalan:
  1. Penyelidikan dari sumber kesalahan ( bias ) yang mungkin ada dalam penelitian.
  2. Evaluasi tentang tingkat ekseptabilitas hasil, baik atas dasar teoritis maupun empiris.
  Verifikasi teoritis berintikan  apakah hasil-hasil tersebut sesuai dengan teori yang mungkin ada mengenai masalah yang bersangkutan. Sejauh mana hasil-hasil sesuai dengan pemikiran apriori ( Apriori reasoning )

C. Penyusunan Laporan
            Mutu penelitian akan dinilai dari hasil akhirnya yang berwujud suatu laporan. Laporan hasil penelitian ditulis setelah tahap-tahap yang mendahuluinya dilampaui. Dalam menuliskan laporan penelitian ini pebcurahan tenaga dan pikiran perlu betul-betul dikerahkan. Kalau tahap ini gagal diselesaikan dengan baik, maka hasil jerih payah yan g telah dilakukan sebelumnya akan hilang dengan percuma. Kebiasaan mencatat ide-ide yang muncul saat proses penelitian berlangsung akan sangat membantu kelancaran penulisan laporan.
Bentuk Laporan Penelitian
Penyuntingan
            Suatu laporan yang lengkap yang disusun pembagian bab-babnya denagn baik akan memudahkan pembaca yang mengetahui bagian tertentu saja.

Pembagian Isi Laporan Secara Garis Besar
1. Halaman muka
2. Kata pengantar dan ucapan terimakasih
3. Daftar isi
4. Daftar table
5. Daftar gambar atau diagram
6. Pendahuluan
7. Batang tubuh laporan
8. Kesimpulan
9. Daftar bacaan
10. Lampiran ( appendix )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar